
[Puisi] Tiba Saatnya
Oleh: Dewi Nova* Tiba Saatnya Tirai-tirai prasangka disingkap Aku bukan pelacur Kalau iya, memangnya kenapa? Aku bukan isteri yang menyerah

Oleh: Dewi Nova* Tiba Saatnya Tirai-tirai prasangka disingkap Aku bukan pelacur Kalau iya, memangnya kenapa? Aku bukan isteri yang menyerah

Oleh: Natan* Aku menerima diriku Berbeda, seperti hitam dari putih Seperti putih dari hitam Kenapa kamu tidak Aku menerima diriku

Oleh: Muhammad Akbar Ridhawansa* Terlukiskan, dalam sebuah alkisah Dari lautan, bayang-bayang berucap Di tengah permainya sang surya, berpencarnya rentangan abu

Oleh: Muhammad Akbar Ridhawansa* Semesta bergelimang, bagaikan permata lautan samudera Bentangan samudera, riak dambaan para rakyat Menyertai lantunan batin, cerminan

Oleh: Nabila Romessa* Aku adalah seorang transgender Aku tak ingin hidup dalam kebohongan Aku ingin menjadi diriku sendiri Lahir dengan

Oleh: Maria Fillieta* Wahai cermin di dinding Dengarkanlah suara hatiku Dengan bunga camelia merah di tangan Berbekal api semangat yang

Oleh: Maria Fillieta* Deru kendaraan tak henti bersahut-sahutan Seolah enggan terkalahkan dengan derasnya hujan yang entah mengapa turun di tengah

Oleh: Barrbalion* Dengan bangga ku juangkan merdeka rasa!!! Perkenalkan, aku adalah kita yang tinggal di ibu kota, bagian minoritas dari