Keterbatasan Pilihan Gender; Gender Ketiga Dalam Menuju Kesetaraan Sosial Di Indonesia (Seri 1)

Suarakita.org- Pengantar untuk kawan-kawan waria: Teman-teman yang saya sayangi, berat rasanya kali ini bahwa saya kembali turut berkontribusi pada proses pendistribusian informasi berkaitan dengan isu gender ketiga yang marak diteriakkan beberapa waktu ini. Mungkin banyak teman mengetahui posisi saya secara pribadi yang percaya bahwa kategorisasi telah menghadirkan sebuah sistem pengotakan baru dalam masyarakat.
Gender Ketiga; Seberapa Pentingkah?

Suarakita.org- Tanggal 20 November telah ditetapkan sebagai Hari Transgender Sedunia atau biasa disebut TDOR (Transgender Day Of Remembrance) di mana bermula dari tewasnya seorang transgender Amerika bernama Rita Hester di tahun 1998. Kini peringatan itu tidak sekedar mengenang Rita Hester melainkan sebagai momen penting tentang masih begitu banyaknya penindasan yang terjadi terhadap transgender di seluruh dunia.
Waria : Ancaman Pada Kategori ‘Normal’ Dalam Sturktur Sosial Di Indonesia?

Suarakita.org- Jika dalam kategori seks pada binatang kita mengenal dua kategori yaitu jantan dan betina, maka dalam konteks manusia, kategori seks saja tidaklah cukup. Sebagai mahluk sosial, kita eksis dalam kaitannya dengan konteks sosial dan budaya. Konteks-konteks ini yang menentukan posisi dan fungsi kita di dalam masyarakat. Lingkup sosial tersebut dapat dimulai dari keluarga, peer group, dan kelompok-kelompok masyarakat dengan pembagiannya yang sangat majemuk. Meskipun pembagiannya yang majemuk, di dalam konteks negara, terjadi kesepakatan yang dikenakan pada kita sebagai mahluk sosial dan politik secara universal, entah kita suka ataupun tidak, adil ataupun tidak adil.
Apa Artinya Menjadi Seorang Gay?

Suarakita.org- Seorang pemuda jenius tengah duduk pada sebuah meja di depan jendela yang terbuka. Dengan lincah tangan itu menggoreskan sketsa-sketsa berarsir pinsil di atas kertas.
Bahasa Gay sebagai Bahasa Subkultur dalam Konteks Keseharian

Suarakita.org- Sebuah studi yang dilakukan oleh Richard Howard tentang bahasa gay di Indonesia menegaskan bahwa dengan menggunakan bahasa gay, mereka dapat berbicara bebas tentang hasrat-hasrat dan pengalaman-pengalaman homoseksualitasnya tanpa khawatir orang lain dapat mengerti apa yang mereka ucapkan. Bahasa gay juga berfungsi sebagai bahasa pertahanan untuk menciptakan perasaan kepemilikan di antara mereka.
Membincangkan Perempuan, Aborsi dan Agama

Suarakita.org- Amanat UUD Negara RI 1945 Amandemen IV tegas menyebutkan, negara bertanggung jawab memberi layanan kesehatan (Pasal 28 H Ayat (1)), hak untuk bebas dari perlakuan diskriminatif (Pasal 28 I (2)), serta hak atas kepastian hukum dan keadilan (Pasal 28 D Ayat (1) dan Pasal 28 I Ayat (1)), bagi setiap warga negara, termasuk perempuan.
Tinjauan ‘’Agama Negara’’ terhadap Homoseksualitas

Suarakita.org- Sudah menjadi rahasia umum di seluruh dunia bahwa homoseksualitas dalam agama selalu dipandang dan dicap sebagai ‘’unnatural’’ (tidak natural), ‘’ungodly’’ (durhaka) dan ‘’impure’’ (tidak murni) (Yip, 2005).
Foucault 2.0; Seksualitas Kita dan Penjara Tanpa Terali
Suarakita.org- Apakah masyarakat di Eropa Barat ataupun Amerika Serikat mulai berjalan mundur menuju konservativisme dalam kebebasan seksual?


