Depresi Tidak Pandang Bulu

Suarakita.org- Pada kenyataannya depresi yang dialami oleh Robin Williams juga banyak diderita oleh komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Keluarga Pondasi Cegah Kekerasan Seksual

Suarakita.org- Kekerasan seksual bisa dicegah dan bisa dihentikan. Bicara apa itu seks, kekerasan seksual, dan kesehatan reproduksi bukanlah sesuatu yang menjijikan atau tabu. Bila sejak dini anak-anak tahu, justru lentera bagi kehidupan mereka selanjutnya.

LGBT Muslim : Menyatukan Seksualitas dan Spiritualitas

Suarakita.org- Mohamad Guntur Romli dalam bukunya yang berjudul, “Islam Tanpa Diskriminasi” menjelaskan bahwa peradaban Islam itu lebih luas dari sekedar hukum halal-haram. Karena jika ditelusuri lebih dalam ada filsafat, seni, arsitektur, erotika, maupun sastra sebagai bagian dari khazanah Islam klasik yang semestinya tidak dikerucutkan menjadi masalah fiqh semata. Karena referensi keilmuwan Islam zaman dahulu masih banyak yang harus digali dan tidak berpatok pada agamawan saja untuk mengkaji dan mengembangkannya.

Seandainya Presiden Saya Adalah Gay

Suarakita.org- Desas-desus siapa bakal calon presinden dan bakal calon wakil presiden sudah terkuak. Orang- orang itu adalah Joko Widodo sebagai bakal calon presiden yang akan berpasangan dengan bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla. Kedua pasangan ini diusung oleh empat partai politik PDIP, NasDem, PKB dan Hanura. Untuk mendukung pemenangan pasangan, mereka menunjuk Khofifah Indarparawangsa sebagai salah satu tim pemenangan.

Pemimpin Datang dan Pergi; Kaum Gay akan Selalu Ada

Suarakita.org- Di tengah panasnya, ketegangan dan kampanye hitam yang terkadang parah, selama pemilihan presiden (pilpres), ada satu momen menyentuh pada saat debat presiden kedua tanggal 15 Juni yang lalu.

Penelitian Bertema Seksualitas Dengan Komitmen Pada Etika dan Kesetaraan

Suarakita.org- Ketertarikan saya untuk memperdalam dan aktif dalam bidang jender dan seksualitas dimulai dari tugas kuliah pada saat saya menjadi mahasiswa program pra-magister Antropologi di Universitas Amsterdam. Meskipun saya telah mempelajari metode penelitian kualitatif sejak masa perkuliahan program Sarjana di Universitas Indonesia dulu, saya belum pernah secara intensif mendalami peran saya sebagai peneliti dan memperhatikan secara refleksif hubungan saya pada teman-teman (interlocutor) saya di lapangan.