Kontingen China Akan Menghadiri Gay Games 2018 Untuk Pertama Kalinya

SuaraKita.org – Gay Games adalah sebuah pesta olahraga dan budaya internasional terbesar di dunia. Pertama kali diadakan tahun 1982.
Perlakuan Kepada LGBT Telah Mengubah Negeri Ini Selamanya

SuaraKita.org – Andi Budi Sutrisno seorang penari tradisional yang percaya bahwa bakatnya datang dari roh seorang putri yang hidup di dalam dirinya. Lalu kepanikan nasional tentang homoseksualitas menjungkir balikkan dunianya.
PPP Minta Dukungan Muhammadiyah Terkait RUU Anti-LGBT

SuaraKita.org – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir menilai RUU yang diinisiasi PPP sejalan dengan Muhammadiyah. Menurut Haedar, dasar membangun bangsa Indonesia telerletak pada nilai-nilai moral yang berpijak pada agama.
Kylie Minogue Tak Akan Menikah Sampai Australia Melegalkan Pernikahan Sejenis

SuaraKita.org – Aktor Inggris Joshua Sasse yang juga tunangan dari Kylie mengatakan dalam acara pertunangannya bahwa dia dan Kylie akan menikah di Melbourne, akan tetapi pernikahan itu dilaksanakan ketika Australia telah menyetujui kesetaraan pernikahan (marriage equality). “Kemungkinan akan melakukan pernikahan di Melbourne. Tapi kami tidak akan menikah sampai ada hukum (kesetaraan pernikahan) disahkan di Australia” […]
Sensus: Semakin Banyak Anak Muda Yang Melela

SuaraKita.org – Data menunjukkan bahwa makin banyak anak muda yang mengidentifikasikan seksualitas mereka.
Federasi Sepakbola Meksiko Kembali Didenda Karena Cacian Bernada Homofobik

SuaraKita.org – Ini adalah ketiga kalinya Federasi Sepakbola Meksiko dikenai denda,. Masalah ini dikhawatirkan akan berujung kepada hukuman bertanding tanpa penonton bagi tim nasional Meksiko pada kualifikasi Piala Dunia.
Queermosa Awards, Penghargaan LGBT Pertama Taiwan

SuaraKita.org – Queermosa Award menjadi acara penghargaan LGBT pertama di Taiwan. Dilaksanakan pada 28 oktober 2016, sehari sebelum Gay Pride Taiwan yang merupakan parade terbesar di asia.
[Kisah] Margarethe Cammermeyer: Berjuang dari Militer ke Kongres AS

SuaraKita.org – Margarethe Cammermeyer, seperti yang dikisahkan dalam otobiografinya, Serving in Silence (1994), dilahirkan pada tahun 1942 di Oslo. Cammermeyer adalah seorang Amerika keturunan Norwegia yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga konservatif dan tradisional. Hidup dengan latar belakang keluarga dan masyarakat heteroseksual yang masih memegang nilai-nilai konvensional di mana enkulturasi yang membedakan kaum laki-laki dengan perempuan menjadi sebuah tradisi, Cammermeyer tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan yang lain daripada perempuan kebanyakan pada masanya. Tinggi dan kuat serta menyenangi hal-hal yang penuh tantangan seperti olahraga, menjadikan Cammermeyer seorang yang tomboy (Perempuan maskulin -Red).


