[Video] IDAHOT 2016: Melawan Kekerasan dan Bullying

Suarakita.org – Rumah Pelangi Indonesia yang dibantu oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang membuat project bersama untuk melawan kekerasan, stigma dan bullying terhadap LGBT melalui media video.
[Liputan] Pernyataan Sikap Terhadap Kekerasan Seksual Melalui Teater Multi Monolog

Suarakita.org – Seni memang memiliki banyak rupa dan dimensi. Banyak orang telah menggunakannya sebagai media untuk menyampaikan sikap atau bahkan perlawanan. Dalam rangka menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual dan kritik atas kurangnya kepedulian pada isu kemanusiaan, Teater Sastra Universitas Indonesia, pada Kamis malam (26/5) mempersembahkan sebuah pertunjukkan seni teater dengan konsep multi monolog berjudul “Namaku Yuyun, Aku Korban Kebodohan” yang disutradarai oleh I. Yudi Soenarto.
[Liputan] Bincang Tokoh Suarakita 28 Mei 2016

Suarakita.org – Dalam rangkaian Peringatan Idahot 2016 (International Again Homophobia Transpobia), Suara Kita menghadirkan Syaldi “Botak” Sahude dalam acara ngobrol santai Bincang Tokoh, Sabtu 28 Mei 2016 di Sekretariat Suara Kita.
[Liputan] PGI Adakan Diskusi Pakar Menyoal Orientasi Seksual dan LGBTIQ+

Miskonsepsi terkait perilaku seksual dan orientasi seksual sering menjadikan LGBTIQ+ sebagai bahan olok-olok
“Hutang Sejarah” Kolombia 2: Mereka Akhirnya Berhak Untuk Menikah
Kolombia adalah negara keempat di Amerika Latin untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, menyusul Argentina, Uruguay, Brasil, dan Meksiko
Jokowi: “Perppu Perlindungan Anak Sudah Saya Tandatangani”

Pemerintah dinilai masih memusatkan perhatian pada pengenaan hukuman semata, tanpa memikirkan proses rehabilitas bagi korban dan keluarganya.
Korban “Pemerkosaan Korektif” Dan Pernikahan Paksa Dari Uganda Mendapatkan Suaka Di Inggris Raya

Margret Nazziwa sekarang mengikuti terapi untuk mengatasi trauma akibat derita yang dialaminya.
Jerman Akan Merehabilitasi Korban Kriminalisasi Homoseksual Oleh Nazi

Pemerintah Jerman akan menghapus catatan kriminal dari korban kriminalisasi homoseksual dan akan memberi kompensasi kepada korban.


