UN watch Mendesak Sekjen PBB Untuk Mengumumkan Nama-Nama Negara yang Menolak Organisasi LGBT ikut Serta di KTT HIV/AIDS

Ada sekelompok negara muslim dan atau negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang tergabung ke dalam OIC (Organisation of Islamic Cooperation/OKI) yang menolak kehadiran organisasi LGBT tersebut
LGBT Manado Aksi Tolak Kekerasan Seksual

Suarakita.org- Kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) bersama dengan gerakan perempuan kota Manado turun ke jalan menyuarakan penghapusan kekerasan seksual, Sabtu 11 Juni 2016 di Bundaran Zero Point, Manado.
Kehidupan LGBT Iran: Kriminalisasi dan Rahasia Seorang Mullah

Beberapa waktu terakhir secara diam-diam LGBT Iran khususnya laki-laki gay dapat melangsungkan pernikahan dengan bantuan seorang Mullah atau Ulama
Peneliti: “Bahasa Rahasia” LGBT Muncul Akibat Penindasan

“ Penindasan adalah salah satu faktor kecil dibalik terbentuknya bahasa rahasia. Akan tetapi akan menjadi lebih besar jikala penindasan semakin hebat,”
Daayiee Abdullah Imam Masjid Pertama di Amerika Yang Terbuka Sebagai Gay

Allah menciptakan dunia dan alam semesta dengan penuh keragaman; tetapi mereka menemukan kesatuan, yaitu tauhid
Negara-Negara Anggota OIC Seharusnya Mendukung Organisasi LGBT Untuk Memerangi HIV/AIDS

Membatalkan penolakan terhadap organisasi LGBT untuk menghadiri pertemuan PBB akan memberikan sinyal kepada dunia bahwa negara-negara Muslim siap untuk menjadi bagian dari percakapan global serta upaya dunia untuk memberantas HIV / AIDS
Reformasi Kesetaraan Pernikahan di Australia

”Kami akan meminta orang-orang Australia apakah mereka mendukung perluasan definisi pernikahan untuk mencakup pasangan dari jenis kelamin yang sama”.
[Liputan] Peran LGBT Dalam Kondisi Darurat Kekerasan Seksual

SuaraKita.org – Dewasa ini, kekerasan seksual terjadi di mana-mana. Berita pemerkosaan hampir setiap jam muncul di berbagai media massa. Hal ini menandakan bahwa situasi kekerasan seksual tengah menempuh situasi daruratnya. Melihat kondisi yang sudah semakin parah ini, bertempat di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Gerakan Keberagaman Seksualitas Indonesia yang terdiri dari Ardhanary Institute, Jaringan Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL-INA), Suara Kita dan Perempuan Mahardika mengadakan diskusi publik pada Selasa (31/5). Diskusi ini fokus mengkritisi kondisi kekerasan seksual yang kian genting serta peran LGBT sebagai jaringan masyarakat sipil yang memiliki andil dalam mengkampanyekan gerakan anti kekerasan.


