Pengadilan Filipina Menyatakan Tidak Bersalah Terdakwa Pembunuh Transgeder
Suarakita.org- Seorang Marinir Amerika Serikat dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan Filipina atas kasus pembunuhan seorang perempuan transgender.
Suarakita.org- Seorang Marinir Amerika Serikat dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan Filipina atas kasus pembunuhan seorang perempuan transgender.

Suarakita.org- Remotivi meluncurkan program aplikasi android untuk mengajak warga negara melaporkan tayangan televisi (TV) Indonesia yang tidak patut di Bakoel Coffe, Cikini Jakarta Pusat, Sabtu 21 Februari 2015. Program ini dinamakan dengan Rapotivi, kata dasar dari raport televisi, ungkap Roy Thaniago direktur Remotivi.

Suarakita.org- Berapa ya jarak telunjukku ini ke bulan itu? Mungkin sangat jauh.

Suarakita.org- Namaku Sarah. aku bukanlah seorang penulis, apalagi bermimpi akan menjadi penulis besar. Bahkan aku sendiri tidak terlalu yakin, apakah mampu menulis dengan baik. Namun kini harus mulai menulis, dengan melatihnya setengah jam sehari, seperti membuat catatan harian yang akan dibaca sendiri, dan, jika beruntung, dibaca oleh orang lain. Beginilah ceritanya…

Suarakita.org- Hari itu, Jumat 13 Februari 2015, Auditorium Gedung X FIB penuh dengan peserta seminar yang sudah tidak sabar untuk mengikuti seminar Kebebasan dan Seksualitas yang diadakan oleh UI Liberalism and Democracy Study Club (UILDSC) dan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies, Universitas Indonesia (SGRC UI). Antrian registrasi begitu panjang dan memenuhi tangga. 100 buku untuk 100 pendatang pertama yang dibagikan oleh panitia seminar pun habis dalam sekejap.
Suarakita.org- Otoritas religius Malaysia menyebarkan leaflet (selebaran) yang menyebutkan bahwa usaha untuk membuat LGBT menjadi heteroseksual atau biasa disebut terapi konversi bukanlah sesuatu pelanggaran etika (ethical violation).

Suarakita.org- Sore itu, Dunkin Donuts di kawasan Plaza Semanggi (Plangi) sangat ramai. Hawa panas bis kota serta halte yang mengecil karna penuh sesak membuat Kevin bad mood, dan semakin memuncak saat melihat tidak ada bangku kosong di kedai itu. Bahkan di meja sudut yang telah menjadi ruang kongkow bersama para sahabatnya itu diisi oleh keluarga. Para sahabat belum tampak, tak satu pun diantara mereka yang berkabar.
Suarakita.org- Melalui tulisannya yang berjudul, “Making Room for Sexual Orientation and Gender Identity in International Human Rights Law: An Introduction to the Yogyakarta Principles/Membuat Ruangan bagi Orientasi Seksual dan Identitas Gender dalam Hukum Hak Asasi Manusia Internasional: Sebuah Perkenalan pada Prinsip Yogyakarta,” David Brown mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Brown menjelaskan mengenai sejarah dari Prinsip Yogyakarta, yang dicanangkan pada tahun 2006 sebagai reaksi atas keprihatinan terhadap kekerasan yang dialami oleh kelompok minoritas seksual LGBT.