Ruang Teduh Tanpa Jejak

Oleh: Isti Toq’ah* SuaraKita.org – Aroma kopi tubruk dan buku lama memenuhi ruangan kecil di sudut kota itu. Di pintu depan, sebuah stiker kecil bertuliskan “Ruang Teduh” menjadi penanda bahwa di dalam sana, siapa pun bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu menoleh ke belakang bahu hanya karena rasa takut. Biru duduk melingkar bersama […]
Salon Sony: Sebuah Memorabilia

Oleh: Pudji Tursana* SuaraKita.org – Dulu, saat akhir tahun 80-an, hidup saya sedang indah-indahnya. Kesulitan terbesar yang ada hanyalah tentang alokasi waktu antara belajar dan bermain. Tentu saja, waktu bermain akan dimenangkan dengan syarat tugas sekolah sudah diselesaikan. Gobak sodor, bentengan, lompat tali menggunakan karet gelang yang dirangkai sampai panjang sekali, dan macam-macam permainan yang dilakukan […]
Lintang dan Raga yang Menjadi Lilin-Lilin Harapan Tanpa Menunggu Sang Pelayan yang Bersikap Seorang Raja/Ratu

Oleh: Isti Toq’ah* I. Panggilan Jarak Jauh SuaraKita.org – Layar ponsel Lintang memancarkan cahaya lembut, menerangi wajahnya yang kini berada ribuan kilometer jauhnya. Di layar, wajah sahabatnya, Raga, tersenyum dari kamar kosnya di Yogyakarta, tampak lelah namun matanya memancarkan ketegasan yang biasa. Sudah hampir dua tahun Lintang menempuh studi S2 Ilmu Hukum di Amsterdam, tapi […]
Lagu untuk Joshua

Oleh: Isti Toq’ah* SuaraKita.org – Angin malam di Jakarta terasa dingin menusuk, namun bukan itu yang membuat telapak tangan Joshua berkeringat. Ia duduk di bangku taman yang sepi, menghadap ke sebuah kafe kecil yang jendelanya memancarkan cahaya hangat. Malam ini adalah malam pertemuan bulanan komunitas pendukung (support group) yang selama ini ia ikuti. Malam ketika ia […]
Kaluarga, Kulawarga, Aku Melela

Oleh: Sora Anindya* SuaraKita.org – Untuk Mama, Papa, Adik, Nenek, Tante D, Tante F, Om D, Tante I, Sepupu A, Sepupu S, Budhe T, Sepupu E, Sepupu D, Juga budhe-pakdhe, tante-om, yangti-yangkung, nini-kai, buyut-buyut, eyang-eyang dari yangti-yangkung, yang telah dikubur jauh sebelum diriku lahir sebagai bayi perempuan, mati, dan lahir kembali sebagai Kwir: Izinkan aku […]
Catatan Tiara tentang Kirana dan Sucipto

Oleh: Pudji Tursana* SuaraKita.org – Suara tiang listrik beradu dengan batu terdengar menggaung nyaring di kejauhan. Jam tiga pagi. Angin malam bertiup dari lereng bukit-bukit, mengalir pelan ke lembah, meniupi rumah-rumah di kota, dan menyusup ke kamar melalui celah-celah di jendela. Rasa dingin di bahu membuat Tiara menegakkan punggung. Ia meregangkan tangan, menarik otot-otot lengan, […]
Tangan Tuhan

Oleh: Liyan SuaraKita.org – Sapa riang Tuhan ini hari Jiwa pemeluk hangat ini hati Tatapan Tuhan… Nyanyian Tuhan… Sayap-sayap kanan tiap detik membawa obor Sayap-sayap kanan tiap menit membawa bara Siap-siap lari dari hakim-hakim duniawi Tuhan, langkahmu besar tak kalah berani terbakar Tuhan, suaramu hilang tak kalah lantang teredam Tuhan, tubuhmu lemah tak […]
Cinta dan Aromantis

Oleh: eiwyn* Ia duduk, termenung Pikirannya berlari tanpa tujuan Jarinya bergulir Di atas layar ponselnya Ia temukan sebuah permata sebuah foto antara ia dengan kawan dekat Ia tersenyum karena ia tahu, ia aman dalam pelukan kawan-kawan Meski terkadang, ia tak suka dipeluk karena ia hanya suka orang tertentu Ia menghela nafasnya […]


