[Liputan] Ada Apa di MK?

SuaraKita.org – Sabtu kemarin, 29 Oktober 2016, Suara Kita mengundang Asfinawati, S.H., yang seorang pengacara dari Komnas Perempuan untuk memberika update terbaru tentang apa yang terjadi di Mahkamar Konstitusi tentang Judicial Review yang diajukan oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA). Ada beberapa pasal yang disorot dalam persidangan tersebut, pertama perluasan makna perkosaan yang tadinya hanya untuk perempuan menjadi untuk laki-laki dan perempuan, kedua perluasan definisi zina, dan yang ketiga adalah kriminalisasi terhadap homoseksual.

[Liputan] Nonton Bareng: Weekend (2011)

SuaraKita – Seperti sabtu-sabtu sebelumnya, Suara Kita kembali mengadakan nonton bareng. Kali ini Suara Kita memutar film Weekend. Film yang bercerita tentang Russell (Tom Cullen ) dan pertemuan singkatnya selama hari libur (weekend -Red.) dengan Glen (Chris New). Pertemuan itu sangatlah singkat, yaitu dua hari, namun membawa kita kepada sebuah diskusi panjang tentang percintaan, konsep pernikahan, coming out, seks, dan ideologi dalam menjalin hubungan.

[Liputan] Mungkinkah Indonesia Moderat dan Beragam?

SuaraKita.org – Hari Rabu, 21 September 2016, Aliansi Damai Tanpa Diskriminasi mengadakan diskusi mengenai keberagaman di Indonesia. Diskusi yang betempat di Kinosaurus ini menghadirkan dua orang pembicara yaitu Pendeta Albertus Patty yang seorang Teolog, dan ada Rukka Sombolinggi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

[Liputan] Nonton Bareng Film Freeheld: Kesetaraan dan Cinta yang Diperjuangkan

SuaraKita.org – Hari Sabtu lalu tanggal 17 September 2016, Suara Kita mengadakan kegiatan nonton bareng film Freeheld. Film keluaran tahun 2015 lalu ini bercerita tentang pasangan lesbian Laurel Hester (Julianne Moore) & Stacie Andree (Ellen Page) yang memperjuangkan hak harta pensiun berupa rumah yang mereka beli bersama-sama agar diberikan kepada Stacie ketika Laurel didiagnosis dengan kanker di paru-parunya. Kisah ini diangkat dari kisah nyata.

[Liputan] Perlunya Hotline Kesehatan Mental

SuaraKita.org – Bunuh diri adalah sebuah persoalan yang serius dan harus dicegah. Data yang dilansir oleh Kompas (8/9/2016) yang manyatakan bahwa di Indonesia setiap jam terdapat satu orang yang bunuh diri sangatlah mengkhawatirkan. Sehingga harus ada upaya serius untuk mencegah bunuh diri dan menurunkan angka kematian akibat bunuh diri.

[Liputan] Livia Iskandar: Kelompok LGBT Rentan Bunuh Diri

SuaraKita – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya angka kematian di dunia akibat bunuh diri adalah 800.000 orang untuk setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia, menurut catatan WHO tahun 2016 menyebutkan prevalensi bunuh diri di Indonesia mencapai 3,7 per 100.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 258 juta berarti di Indonesia setiap jam ada satu orang yang bunuh diri. Sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan.

Bunuh Diri Berakar Dari Rasa Malu

Suarakita.org- Dr. Hastaning Sakti, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, menyatakan bahwa bunuh diri berakar dari rasa malu.

[Kisah] 12 Tahun Munir, Merawat Ingatan untuk Demokrasi

SuaraKita.org – 12 Tahun kematian Munir Said Thalib sudah berlalu. Selama itu pula kabut tebal masih menyelimuti pembunuhan aktifis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Munir. Pemerintah belum melaksanakan kewajibannya membuka dan mengumumkan secara resmi laporan penyelidikan tim pencari fakta kasus Munir.