Oleh: Liyan
SuaraKita.org – Sapa riang Tuhan ini hari
Jiwa pemeluk hangat ini hati
Tatapan Tuhan…
Nyanyian Tuhan…
Sayap-sayap kanan
tiap detik membawa obor
Sayap-sayap kanan
tiap menit membawa bara
Siap-siap lari dari hakim-hakim duniawi
Tuhan, langkahmu besar
tak kalah berani terbakar
Tuhan, suaramu hilang
tak kalah lantang teredam
Tuhan, tubuhmu lemah
tak kalah hati seluas semesta
Tarian Tuhan…
Tangan Tuhan…
Layaknya ketakutan mematikan
Tangan Tuhan penyelamat yang fana
Penolong yang tersingkir
2025
(Penulis menyebut kata Tuhan sebagai metafora pada teman- teman, saudara, keluarga (Ally), yang berani melindungi dan mengulurkan tangannya pada keberpihakkan Ragam Gender dan Seksual di tengah penghakiman dunia yang berteriak atas nama Tuhan mereka. Penulis memberikan gambaran bahwa ber-Tuhan yang sebenarnya adalah mereka yang mampu melindungi, menjaga, dan damai dengan sesamanya.)




