Bahasa Gay sebagai Bahasa Subkultur dalam Konteks Keseharian

Suarakita.org- Sebuah studi yang dilakukan oleh Richard Howard tentang bahasa gay di Indonesia menegaskan bahwa dengan menggunakan bahasa gay, mereka dapat berbicara bebas tentang hasrat-hasrat dan pengalaman-pengalaman homoseksualitasnya tanpa khawatir orang lain dapat mengerti apa yang mereka ucapkan. Bahasa gay juga berfungsi sebagai bahasa pertahanan untuk menciptakan perasaan kepemilikan di antara mereka.

[CERPEN]: Teruntuk Jodoh Surgaku

Suarakita.org- Pertemuan kami di taman kampus kala itu masih terbayang di pelupuk mataku. Singkat. Berkesan. Kala pertama kali matanya memanah hingga ke relung hatiku. Ini bodoh. Konyol. Bila kusebut ini sebagai cinta pada pandangan pertama. Selama ini aku belum pernah merasakan getar cinta. Bahkan pada seorang cewek sekalipun.

Tinjauan ‘’Agama Negara’’ terhadap Homoseksualitas

Suarakita.org- Sudah menjadi rahasia umum di seluruh dunia bahwa homoseksualitas dalam agama selalu dipandang dan dicap sebagai ‘’unnatural’’ (tidak natural), ‘’ungodly’’ (durhaka) dan ‘’impure’’ (tidak murni) (Yip, 2005).

Apa Kata Gay Yang Memilih Seks Setelah Nikah?

Suarakita.org- Terbukanya kemungkinan menikah sesama jenis membuat semakin banyak gay yang memilih untuk tidak melakukan berhubungan seks sebelum mereka menikah. Laman berita LGBT www.pinknews.com mengangkat topik tersebut pada Senin, 6 Oktober 2014 lalu.

Idul Adha 1435 LGBT Gorontalo Ikut Berqurban

Suarakita.org- “Kami hanya ingin waria yang dianggap sampah oleh masyarakat, bisa menunjukan kepada mereka dengan aksi nyata bahwa waria juga bisa membantu dan berguna bagi sesama”, ujar Kikan, waria komunitas IWIG.

LGBT Thailand Masih Distigma

Suarakita.org- Sebuah laporan bertajuk Being LGBT in Asia mengungkapkan bahwa kelompok LGBT di Thailand masih menghadapi stigma dan peluang kerja untuk mereka terbatas meskipun penampakan eksistensi LGBT cukup tinggi di masyarakat yang secara umum cukup toleran tersebut.