[Liputan] Pengakuan Sang Transdodolic

Suarakita.org – Sabtu, 12 Maret 2016, Suara Kita mengadakan bedah buku yang berjudul Confession of Transdodolic karya Abhipraya Ardiansyah atau yang lebih populer dengan nama pena Erky C. Bedah buku dihadiri 15 orang. Dalam acara ini, Suara Kita mengundang Erky untuk menjadi narasumber diskusi.

[Opini] Perlindungan Anak dan LGBT: Inklusivitas Yang Dipertanyakan

Suarakita.org – LGBT sedang menjadi pusat perhatian masyarakat. Padahal, fakta sosial ini sudah lama berada di sekitar masyarakat Indonesia. Hanya saja, kali ini pembicaraan tentang LGBT lebih kompleks dari sebelumnya. Munculnya akun Gay Kids di social media menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

[Jurnal] Tentang Heterofleksibel dan Homofleksibel

Suarakita.org- Izinkan saya memulai­ dengan mengatakan bahwa, ya, orang bisa menjadi heterofleksibel, homofleksibel, dan biseksual. Apabila membaca artikel ini membuat Anda merasa tidak nyaman atau mengeluarkan reaksi negatif, maka saya sarankan supaya Anda memeriksa diri, sikap, dan prasangka Anda. Apapun itu penilaian atau reaksi yang berlebihan dari kita, hal itu memperlihatkan siapa kita sebenarnya alih-alih orang atau situasi yang sedang kita hakimi.

[Kisah] Pentingnya Memupuk Pengetahuan Sebelum Coming Out

Suarakita.org – Coming out of the closet, atau biasa disebut figure of speech yang diutarakan oleh kelompok lesbian, gay, biseksual, panseksual, transgender dan aseksual (LGBTQ+) sebagai ungkapan keterbukaan atas orientasi seksual atau identitas gender dewasa ini menjadi diskursus yang ramai diperbincangkan. Sering dikerangkakan dan diperdebatkan sebagai isu privasi, coming out of the closet dinarasikan dan dialami secara variatif sebagai perjalanan psikologis seseorang; sebuah decision making; strategi atau rencana; pembebasan dan emansipasi.

[Opini] Membahasakan Kekerasan: Analisis Terma ‘Sakit’ dan ‘Belok’

Suarakita.org – Pada percakapan sehari-hari, terma ‘sakit’ dan ‘belok’ kerap digunakan untuk merujuk pada individu dengan preferensi seksual selain heteroseksual. Esai ini menunjukkan bahwa penggunaan kedua kata ini dapat mereproduksi heteronormativitas sebagai ideologi gender dominan. Hal ini dimungkinkan karena dua hal, yaitu: (1)Penggunaan kedua terma ini dapat menjadi wujud kekerasan kultural yang dapat melegitimasi kekerasan struktural, termasuk di dalamnya homofobia, bifobia, dan transfobia; dan (2)Bahasa sebagai produk kebudayaan dapat mengonstruksi, mereproduksi, dan melegitimasi realita yang menjadi world-view individu dalam menafsirkan dunia secara rasional.

[Liputan] KPI Menggeneralisasi Keberagaman Identitas dan Ekspresi Gender dengan Stereotip yang Merendahkan Perempuan

Suarakita.org – Bertepatan dengan Hari Nol Diskriminasi Internasional dan Hari Solidaritas LGBT Nasional, Sekitar 30 hingga 50 orang yang tergabung dalam Koalisi Keberagaman Penyiaran Indonesia (Koalisi KPI), mendatangi Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Selasa, 1 Maret 2016 pukul 11:00 WIB untuk melakukan audiensi terkait dikeluarkannya Surat Edaran KPI No 203/K/KPI/02/16 yang melarang televisi / lembaga penyiaran menampilkan ‘pria berpenampilan kewanitaan’.

[Cerpen] Cerita Tentang Aku dan Dia

Oleh: Imam Ocean* Aku menemukan tubuhnya berlumur darah tepat di depan pintu. Terkulai lemas memucat hangat. Aku panik. Siapa gerangan