[Opini] LGBT Global Masih Berhadapan Dengan Gelombang Kebencian
SuaraKita.org – Intoleransi masih merajalela bahkan di negara-negara di mana homoseksual tidak dapat hukuman mati.
[Opini] Lavender Linguistik: Apa itu?

SuaraKita.org – Seorang sosiolog dari Chicago School, E. W. Burges mengatakan bahwa saat ini dunia homoseksual sudah memiliki bahasanya sendiri yang tidak mampu untuk dimengerti oleh orang luar (outsider) atau menurut Halliday (1976), penggunaan bahasa jenis ini adalah penggunaan bahasa yang anti-language atau jenis bahasa yang memiliki karakteristik “rahasia” anti masyarakat (anti-society).
[Opini] Bagaimana dan Mengapa Identitas Seksual Berada Dalam Sebuah Spektrum

SuaraKita.org – Dengan menembus label konvensional , kita dapat menemukan kata-kata untuk berbicara dan belajar dengan cinta
Apakah Lebanon Dalam perjalanan Menuju Dekriminalisasi Homoseksualitas?

SuaraKita.org – Pendidikan dan kesadaran tampaknya menjadi satu-satunya solusi untuk menciptakan masyarakat dan sistem hukum yang lebih toleran terhadap orang-orang LGBT di Lebanon, dengan kemenangan kecil seperti perintah pengadilan 26 Januari.
[Opini] Transperience : Pengalaman Yang Mengubah Suatu Pandangan

SuaraKita.org – Mereka punya realita kehidupan yang jauh daripada apa yang media persembahkan kepada kita, dari poin tersebut, hal kedua yang saya tangkap adalah waria seharusnya punya hak yang sama seperti anda dan saya.
[Opini] Aseksualitas Dalam Bahasa Indonesia

SuaraKita.org – Aku tidak mengatakan kalau tidak ada informasi maupun diskusi tentang aseksualitas yang terjadi dalam bahasa Indonesia.
[Opini] Identitas-Identitas yang Tidak Kelihatan

SuaraKita.org – Makin lama aktif mengikuti topic-topik seputar LGBTQ+, makin juga aku menyadari kalau ada banyak identitas-identitas yang tidak pernah dibahas, dilupakan saat ada diskusi dan aktivisme, dihapus keberadannya, dan tidak disadari eksistensinya
[Opini] Memaknai Kembali Kekerasan Berbasis Gender

SuaraKita.org – Selama ini kekerasan berbasis gender selalu dikampanyekan sekaligus diterapkan oleh gerakan perempuan. Bahkan kekerasan berbasis gender (KBG) seperti sudah masuk dalam program-program integrasi baik di organisasi sosial (LSM) maupun swasta dan pemerintah. Misalnya organisasi perempuan sangat keras membuat aturan standard prosedur soal larangan poligami dan kekerasan seksual. Sehingga praktek poligami dan segala bentuk kekerasan seksual dimasukan sebagai kekerasan berbasis gender. Termasuk juga soal aturan-aturan berpakaian, bagian dari kekerasan berbasis gender.


