Search
Close this search box.

0,,17044983_303,00Suarakita.org- Sebuah layanan seks drive-in dibuka di Swiss. Upaya ini diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan keselamtan para pelacur dan agar kebersihan dan keamanan kota tetap terjaga.

Swiss sudah lama terkenal dengan pegunungannya, cokelat dan jam tangannya. Hal yang kurang dikenal dari negeri ini adalah aturan tentang praktik prostitusi yang berlaku sejak tahun 1942.

Kini dibuka garasi-garasi kayu terbuka yang populer disebut sebagai “Bilik Seks“ oleh media Swiss ini dibuka bagi pelanggan bermobil.

Bagi puluhan pekerja seks disediakan kawasan untuk tawar-menawar dengan pelanggan, yakni di sebuah taman berbentuk lingkaran, yang dibangun di bekas daerah industri. Setelah negosiasi, pekerja seks dan pelanggan baru menuju ke garasi-garasi kayu tersebut.

Fasilitas yang didanai publik itu, buka sepanjang malam dan terletak jauh dari pusat kota. Di dalamnya terdapat kamar mandi, loker, meja kecil, mesin cuci dan shower. Pelanggan tidak perlu khawatir tentang video kamera pengintai.

Pekerja seks membutuhkan izin untuk mendapat fasilitas itu, dan membayar pajak. Di ruang garasi atau bilik dilengkapi dengan tombol panik untuk situasi darurat dan disekitar mereka ada pekerja sosial yang dilatih untuk mendampingi mereka.

Seorang pengacara di Zurich mengatakan: “Ini berguna bagi keselamatan pelacur. Setidaknya bilik-bilik itu semacam penampungan bagi mereka. Mereka dapat melakukan bisnisnya, dan semua saling menghormati, “katanya. Ditambahkannya, “Mereka melakukan pekerjaan berat dan membutuhkan kondisi kerja yang lebih baik. Di sini mereka aman dari gangguan bos pelacuran, germo atau para pemalak.”

Di hari pembukaan bilik-bilik seks ini, Sabtu (24/08) lalu, beberapa ratus warga, ikut menghadirinya, termasuk banyak perempuan dan kerumunan kecil wartawan. Mereka berbagi ide tentang bagaimana pajak dari bisnis ini digunakan. Sebagian besar pengunjung mengatakan, mereka berangkat dari rasa ingin tahu dan belum benar-benar berdamai dengan ide layanan baru ini, tapi mereka berharap setidaknya itu akan meningkatkan keselamatan pelacur. Pengunjung lainnya sedikit geli melihat kelompok orang asing akan menghabiskan waktu di sore hari dan berhujanan sambil secara terbuka mendiskusikan seks profesional.

0,,17044981_404,00Tahun lalu, para warga di Zurich setuju anggaran kota dipakai sampai 2,6 juta dollar AS untuk proyek relokasi pelacuran agar dijauhkan dari pusat kota yang sibuk. Selama ini kegiatan itu diwarnai dengan gangguan keselamatan publik dan kurangnya sanitasi, belum lagi adanya pria agresif, dan obat-obatan dan aksi kekerasan.

Jean-Marc Hensch, seorang eksekutif bisnis yang mengepalai asosiasi lingkungan di Zurich, mengatakan ia berharap proyek “bilik seks“ ini berhasil. Sebab jika tidak, maka para pelacur ini akan kembali beroperasi di lingkungannya. Jika itu terjadi maka, sanitasi akan kembali terganggu, sebab banyak di antara pelacur dan pelanggan yang buang air di jalan dan kebun, atau berhubungan seks di tempat terbuka.

Model layanan seks drive-in di beberapa kota di Jerman dan Belanda, telah berhasil meningkatkan keselamatan.
Sementara di Zurich, bilik seks akan buka setiap hari dari pukul tujuh malam hingga lima pagi. Di pepohonan sekitarnya dipasang lampu warna-warni dan gambar-gambar kreatif yang mendorong penggunaan kondom serta imbauan agar tempat itu terjaga kerapihannya agar tampak lebih menyenangkan.

Pekerja seks minimal harus berusia 18 tahun. Menyoal meningkatkan keamanan bagi pelacur, bilikseks ini dilihat sebagai cara untuk mengekang perdagangan ilegal di antara sindikat kejahatan. Sementara itu jawatan kesehatan menawarkan pemeriksaan kesehatan.
“Kami membangun tempat untuk menjadi aman bagi pekerja seks. Oleh karena itu harus berjalan sebijaksana mungkin bagi para pekerja seks dan pelanggannya, “kata Michael Herzig, dari departemen kesejahteraan sosial Zurich. “Kami pikir jika kita membangun sebuah tempat, maka kita juga dapat membuatnya terlihat bagus.”

Sumber : DW.DE