Menjelajahi Transformasi Kemanusiaan di Indonesia: Menguatkan Kepemimpinan Lokal melalui IHCP

Oleh: Dwipa Pangga*

SuaraKita.org – Jakarta, 10–11 Februari 2026 — Aliansi Pembangunan-Kemanusiaan Indonesia (AP-KI) bersama Indonesia Localisation Lab  didukung oleh Penabulu menyelenggarakan Lokakarya Nasional bertajuk “Menjelajahi Transformasi Kemanusiaan di Indonesia” di Oria Hotel, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merefleksikan dan memperkuat agenda pelokalan dalam sistem kemanusiaan nasional, khususnya pasca respons banjir dan longsor Sumatera 2025 yang menjadi living laboratory transisi kepemimpinan koordinasi dari sistem yang sebelumnya dipimpin UN-HCT menuju Indonesian Humanitarian Coordination Platform (IHCP).

Hari pertama lokakarya difokuskan pada penyelarasan tantangan bersama dalam pelokalan. Peserta yang berasal dari jejaring kemanusiaan nasional, anggota IHCP, serta organisasi masyarakat sipil (OMS) dari berbagai wilayah memvalidasi temuan lokakarya subnasional di Mataram, Makassar, dan Medan. Diskusi yang difasilitasi oleh Response Innovation Lab (RIL), dengan fasilitator Ruba dan Weicong dari Jordania, menggali hambatan struktural dalam konteks lokal dan celah internal nasional seperti ketergantungan pendanaan, relasi kuasa dalam koordinasi, kesenjangan kapasitas respons kebencanaan, serta tantangan legitimasi dalam kepemimpinan aktor lokal. Sesi ini menghasilkan rumusan awal pernyataan tantangan nasional serta pemetaan ekosistem kemanusiaan Indonesia. Peserta dibagi dalam 4 kelompok yang kemudian diminta menjawab pertanyaan kritis dari fasilitator.

Memasuki hari kedua, lokakarya diarahkan pada perumusan solusi strategis melalui pendekatan Human-Centered Design dan perspektif masa depan sistem bantuan menuju 2040 yang lebih berbasis ekosistem dan kepemimpinan lokal. Peserta merumuskan pertanyaan strategis (How Might We) dan mengembangkan ide solusi pada level kebijakan, tata kelola, pembiayaan, serta mekanisme operasional IHCP. Kelompok kebencanaan menekankan pentingnya penguatan kapasitas koordinasi darurat, akses pendanaan yang lebih adil bagi OMS lokal, serta sistem akuntabilitas yang memastikan transparansi dan efektivitas dalam platform yang dipimpin aktor lokal.

IHCP sendiri merupakan platform koordinasi kemanusiaan nasional yang menghimpun jaringan OMS dan aktor lokal untuk memimpin koordinasi respons non-pemerintah secara kolektif.  Tercatat ada 72 anggota, terdiri dari 10 anggota inti dan 62 anggota umum dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam konteks transformasi ini, partisipasi berbagai anggota, termasuk Suara Kita, menegaskan komitmen untuk memastikan sistem kemanusiaan nasional yang lebih adil, inklusif, dan berbasis hak asasi manusia. Melalui keterlibatan aktif dalam proses refleksi dan perumusan solusi, Suara Kita memperkuat posisinya sebagai bagian dari anggota IHCP, sekaligus mendorong integrasi perspektif kelompok ragam gender dan seksualitas dalam praktik kebencanaan dan koordinasi kemanusiaan di Indonesia.

Lokakarya ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk langkah tindak lanjut kolaboratif dalam kerangka Humanitarian System Transformation through Local Humanitarian Leadership (HST-LHL), serta memperkuat arah transformasi sistem kemanusiaan Indonesia yang lebih responsif, berbasis komunitas, dan dipimpin secara lokal.