Search
Close this search box.
Ekonom Rizal Ramli ikut dukung aksi gerakan sejumlah organisasi pemuda, aktivis dan mahasiswa dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia yang menurut rencana akan digelar taggal 25 Maret mendatang (Foto: dok).
Ekonom Rizal Ramli ikut dukung aksi gerakan sejumlah organisasi pemuda, aktivis dan mahasiswa dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia yang menurut rencana akan digelar taggal 25 Maret mendatang (Foto: dok).

Ourvoice.or.id – Sejumlah organisasi pemuda, aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia berencana menuntut perubahan dan melakukan aksi besar-besaran tanggal 25 Maret mendatang.

Para aktivis, tokoh dan mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia mengadakan pertemuan tertutup di Gedung Joang, Kamis (21/3). Gerakan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh seperti Rizal Ramli, Adnan Buyung Nasution dan sejumlah tokoh lainnya.

Presidium Nasional Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia Erwin Usman menilai aksi tersebut merupakan sebuah gong bahwa masyarakat sudah mulai melawan. Dia beranggapan dimasa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kedaulatan baik di sektor ekonomi, politik dan sosial telah dihilangkan.

Erwin menyatakan pihaknya mendesak adanya pemerintahan transisi karena pemerintahan SBY-Boediono telah gagal menjalankan tugasnya. Erwin mengatakan aksi ini akan dilakukan secara damai dan telah melakukan konsolidasi ke daerah-daerah tentang hal ini selama empat bulan.

“Peran dan tugas transisi itu mengambil alih pemerintahan secara damai dan konstitusional dan memastikan keselamatan rakyat pada empat hal. Yaitu pertama (tersedianya) pangan. Yang kedua, lapangan pekerjaan dan bantuan sosial. Yang ketiga adalah penegakan hukum, adili para koruptor,” kata Erwin. “Yang keempat, melakukan revisi total terhadap paket UU politik yang ada saat ini. Siapa yang mengisi pertanyaannya? Para Begawan atau ahli dibidangnya, yang diakui integritas dan kapasitas moral oleh publik secara luas dan tidak mempunyai ‘sahwat politik’ lagi,” lanjutnya.

Salah satu tokoh yang akan mendukung gerakan tersebut adalah Rizal Ramli. Dia mengungkapkan kudeta yang dilontarkan SBY beberapa waktu lalu sangat berlebihan. Justru dalam beberapa minggu terakhir ini kata Rizal, Presiden SBY telah menakut-nakuti rakyatnya dengan isu kudeta yang dilontarkannya.

Rizal menilai pemerintah SBY, partai politik yang ada saat ini sangat korup dan kurang memihak kepada rakyat.

“Kudeta itu hanya bisa terjadi oleh militer yang mempunyai kekutan bersenjata. Presiden kita sedang mengalami halunisasi. Teman2 sipil yang memilih jalan damai, ingin perubahan sekarang juga karena pemerintahan ini sangat korup, pemerintah-pemerintah sebelumnya korupsi ada, tetapi hanya 30 persen. Sejak zaman SBY, bertambah 15 persen lagi. Karena korupsi terjadi pada tingkat perencanaan dan pembahasan antara pemerintah dengan DPR,” ungkap Rizal Ramli.

Di beberapa kesempatan, Presiden SBY pernah mengatakan kepada media bahwa akan ada kudeta terhadapnya. Dia juga menyatakan ada kelompok-kelompok yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Pemerintahan SBY-Boediono harus jatuh sebelum 2014. Alasan kelompok tersebut, menurut Presiden, sangat dicari-cari.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago menyayangkan sikap berlebihan SBY dalam menanggapi masalah tersebut. Menurutnya, sebagai presiden atau kepala negara yang menguasai militer dan intelijen, SBY bisa melihat hal tersebut realistis atau tidak.

“SBY sudah delapan tahun lebih duduk menjadi presiden, jadi tidak mungkin dia melakukan penataan di jajaran militer, kepolisian, intelijen. Tidak mungkin (seorang Presiden) tidak menguasai secara efektif. Jadi isu-isu akan kudeta, itu menurut saya itu menjadi isu orang yang cengeng,” kata Andrinof Chaniago.

Sumber : VOA