[Puisi] Perempuan Pelangi & Takkan Kutukar Cintamu

SuaraKita.org – Rinai hujan pagi ini baru saja berakhir. Digantikan oleh tirai cahaya yang menyusupi celah-celah awan. Wangi tanah basah menentramkan hati siapa saja yang menghirupnya. Di balik bukit itu, di antara pucuk-pucuk cemara. Muncul sebentuk prisma cahaya warna-warni. Membusur sempurna melukisi kanvas langit. Simfoni merah-jingga-kuning-hijaubiru-nila-dan ungu.

[Puisi] Lelaki di Tepi Jalan itu

Suarakita.org – Perisai embun,
Basah….
Berlumur lendir bercampur darah
Bersimbah luka dan kenikmatan; menyatu peluk
Kemudian senyum dalam kegetiran
Sembari menyulut rokok sebatang

[Puisi] Lelaki yang Mencintai Suami

Aku cinta kamu

Tapi kamu menikahi dia,

Jika ku tanya, dapatkah kau memilih aku dan bukan dia?

Kau diam dan berbisik lirih, jangan buat aku memilih : Kalian berdua sama berarti dalam hidupku.

[Puisi] Übermensch

Selamat merapal mantra kehidupan, manusia.
Alles Gute zum neuen Jahr.

[Puisi] Asi Basi

Air Susu ini menetes Nak… Tumpah, mencari mulut kecilmu. Malam terlampau tua untukku menghantarkanmu pada peraduan. Burung malam gelisah mendengar derit pintu yang tak kunjung henti. Ini masih permulaan, kata perempuan bertubuh tambun itu.