
Surat Seorang Gay Kepada Ibu-ibu di Indonesia
Oleh: Dede Oetomo SuaraKita.org – Ibu-ibu yang tercinta. Rasanya telah lama saya ingin berbicara dari hati ke hati dengan Ibu-ibu. Saya

Oleh: Dede Oetomo SuaraKita.org – Ibu-ibu yang tercinta. Rasanya telah lama saya ingin berbicara dari hati ke hati dengan Ibu-ibu. Saya

SuaraKita.org – Keberagaman gender telah ada di Indonesia sejak jaman pra-kolonial dan sangat ketat dengan kebudayaannya. Namun hal tersebut kian menghilang dan disensor dari cerita rakyat masa kini. Pergerakan yang menyuarakan kesetaraan gender di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1968 hingga saat ini. Jumlah LGBT di Indonesia saat ini telah mencapai 3% dari jumlah penduduk dan sebagian besar mendapatkan berbagai macam diskriminasi

SuaraKita.org – LGBT dan keluarga serta pendukung mereka berparade untuk kesetaraan di Podgorica, ibukota Montenegro

SuaraKita.org – Migrant CARE mencatat sepanjang 2015-2016 menangani 315 kasus buruh migran Indonesia, seperti kasus penipuan, ketidakjelasan perjanjian kerja, tidak menerima upah, kecelakaan kerja, kekerasan fisik dan seksual, eksploitasi kerja, dan perdagangan orang

SuaraKita.org – Menuruti keberatan yang diajukan Rusia, Dewan Keamanan PBB menghilangkan kalimat yang menerangkan kinerja Ban Ki-moon terhadap hak-hak LGBT

SuaraKita.org – Tahun 2013 dilaporkan 70% dari perempuan di Uganda mengatakan bahwa mereka pernah mengalami kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh pasangannya.

SuaraKita.org – Masalah dalam Gereja Katolik bukan tentang pendeta gay-nya, dan solusi untuk masalahnya bukan penghapusan dari mereka. Masalah dalam Gereja Katolik adalah pelanggaran terhadap mereka.

SuaraKita.org – Dalam riset ini terungkap, negara-negara di Asia Tenggara belum masuk dalam kategori bebas sepenuhnya. Indonesia yang menjadi salah satu negara tertinggi skornya di kawasan Asia Tenggara, dengan skor 65, ternyata masih dikategorikan sebagai negara yang menjalankan demokrasi dan HAM separuh bebas.