
[Cerpen] Petrichor
Oleh: Abi Ardianda* SUarakita.org – Sabtu pagi mestinya tidak semendung ini. “… satu gelas espresso?” Pramusaji itu kemudian meletakkan secangkir

Oleh: Abi Ardianda* SUarakita.org – Sabtu pagi mestinya tidak semendung ini. “… satu gelas espresso?” Pramusaji itu kemudian meletakkan secangkir

Aku yang marah kemudian memandangi foto itu lekat-lekat. Aku memandangi wajahnya yang bisa dibilang rupawan. Aku memandangi dagingnya yang gempal berisi.

Oleh: Sebastian Partogi* Igo Aku heran bagaimana orang bisa mengenali diriku sebagai Igo dan tidak pernah terlihat kebingungan saat bertemu

Suarakita.org – Ada banyak hal di dunia ini, tapi mengapa hanya cinta yang membuat hati bingung? Kata orang cinta itu rumit, tapi menurut si hati lebih dari sekedar rumit. Entah bagaimana itu, hanya satu kata saja bisa merubah kehidupan seseorang. Banyak yang bilang kalau hati itu tidak bisa bohong, namun si hati selalu dibuat bingung oleh diri seseorang, apa yang akan dilakukan oleh seseorang sering menjadi hijab si hati itu, hingga tak menyadari kalau si hati yang sebenarnya, tidak bisa nampak dengan kenyataanya.

Oleh: Sebastian Partogi* Suarakita.org – “Dan terberkatilah rumah baru ini… Aaargh! Aargh! Tolooong! Tolooong!” pendeta Gabriel berlari kesana kemari keliling

Oleh: Imam Ocean* Aku menemukan tubuhnya berlumur darah tepat di depan pintu. Terkulai lemas memucat hangat. Aku panik. Siapa gerangan

Suarakita.org – Namaku lelaki. Setidaknya itu yang dihadiahkan orang-orang padaku. Nama ialah doa. Menjadi tangguh dan pemberani. Gagah dan superior. Segalanya begitu melekat, erat sejak mataku menghirup dunia. Dunia yang membiakkan pendoa-(tak ubahnya)-pendosa.

SuaraKita.org – Pernahkah terpikirkan dalam benakmu untuk sedikit saja merasakan kebahagiaan? Kebahagiaan yang tentu saja tidak hanya secepat air mani yang berlalu. Kebahagiaan yang durasinya bisa dikatakan lama. Kebahagiaan yang menurutku adalah kebahagiaan yang sejati. Aku menyebutnya kebahagiaan plateau.