[CERPEN] : Hingga Kelopak Tulip Layu

Dimanjakan oleh dua hektar lahan yang mekar ini rasanya mataku menjadi warna-warni. Taman Keukenhof, antara Amsterdam dan Den Hag memang selalu memanjakan pengunjungnya dengan dua puluh tujuh juta bunga tulip dari lima ratus varietas di tiap musim seminya.
[CERPEN] : Dua Orang Kekasih yang Meninggalkanmu

Kamu muncul ketika aku menutup halaman terakhir novel yang kubaca dan bersiap meninggalkan meja di kafe sunyi itu.
Puisi : Anakku sayang
Bila engaku belum memahami (sedikitnya)
apa itu ketimpangan relasi kuasa –berbasis usia, jenis kelamin, orientasi seksual, gender identitas, agama, kekuatan ekonomi, dll. apa itu homoseksual – orientasi seks
[CERPEN] : Ogah Nikah

Oleh: Antok Serean*. “Gimana rasanya setelah menikah?”. “Lega.”. “Kok kayak habis orgasme.”. “Ha-ha-ha…”
Puisi : Rindu Rumah

Hambar angin malam ini terasa keras
Asap mengaburkan pandangan bergabung dengan remang cahaya lampu
Di sudut sana seorang lelaki sedang menikmati bibir lelakinya
[CERPEN] Sungai Darah Sungai Sejarah

Sungai Darah Sungai Sejarah Oleh: Antok Serean* Suarakita.org- Barangkali hanya aku yang mengenang sungai sebagai sejarah, yang gemericiknya membangkitkan cerita masa lalu, yang di dalamnya terekam tawa sekaligus ngilu. Barangkali hanya aku yang merindu geliat di kedalaman arusnya, yang terus menggaungkan kisah abadi, yang melenakan indah sekaligus perih. Atau barangkali aku bagian dari sejarah itu […]
CERPEN] Waktu Sejenak Henti di Stasiun

Waktu Sejenak Henti di Stasiun Oleh: Banyu Bening* Suarakita.org- Stasiun tak pernah lengang, hiruk pikuk manusia seperti mengejar waktu yang berlarian jual mahal. Namun tidak bagiku dan kekasihku, semalaman waktu serasa berhenti di peron. Memutar kembali kisah-kisah manis juga lara, mulai perjumpaan yang indah hingga tiba nestapa. Dua tahun lalu saat ibu kos […]
[CERPEN] GEJOLAK

GEJOLAK Oleh: Banyu Bening* Suarakita.org- Dari balik layar komputer aku memandang wanita itu dari sudut mataku, tak ingin terlihat mengawasinya tentunya. Sesekali keningnya berkerut sembari menikmati lembar demi lembar sebuah buku yang berwarna jingga yang tergeletak di lantai kamarku. “Kenapa ya, aku kok gak suka ngeliat bencong,” katanya setelah menutup buku itu. Dengan tanpa mengalihkan […]


