[CERPEN]: CINTA SPAGHETTI

Suarakita.org- LI WEI memasak spaghetti dengan cinta. Ia merebus pasta dengan kematangan al dente* yang sangat sempurna. Saat menumis bawang putih, cabe rawit, udang, dan paterseli; keharumannya mengalahkan farfum Bvlgari.
[CERPEN] Pada Sebuah Pelabuhan

Suarakita.org- Senja mulai menampakan guratannya pada sela gelembung awan yang menebal. Wajah langit mulai memadam b ersama dengan suara ombak yang tenang. Seseorang terduduk menata pada garis lintang yang tak berujung, sambil menyeruput kopi yang tersisa dan sekali hisapan rokok di tangan. Hati Lukman masih terluka…
[CERPEN] Tembang

Suarakita.org- Nggak lupa jadwal ngopi denganku, kan? Sabtu ini, di Hilton?
[CERPEN] Aktor

Suarakita.org- Berapa ya jarak telunjukku ini ke bulan itu? Mungkin sangat jauh.
[CERPEN] Sarah

Suarakita.org- Namaku Sarah. aku bukanlah seorang penulis, apalagi bermimpi akan menjadi penulis besar. Bahkan aku sendiri tidak terlalu yakin, apakah mampu menulis dengan baik. Namun kini harus mulai menulis, dengan melatihnya setengah jam sehari, seperti membuat catatan harian yang akan dibaca sendiri, dan, jika beruntung, dibaca oleh orang lain. Beginilah ceritanya…
[CERPEN] Plaza Semanggi

Suarakita.org- Sore itu, Dunkin Donuts di kawasan Plaza Semanggi (Plangi) sangat ramai. Hawa panas bis kota serta halte yang mengecil karna penuh sesak membuat Kevin bad mood, dan semakin memuncak saat melihat tidak ada bangku kosong di kedai itu. Bahkan di meja sudut yang telah menjadi ruang kongkow bersama para sahabatnya itu diisi oleh keluarga. Para sahabat belum tampak, tak satu pun diantara mereka yang berkabar.
[CERPEN] Anak Nakal

Suarakita.org- Burung-burung itu seolah menari-nari di atas penderitaannya. Mereka berputar-putar tepat di atas kepala Viki. Meledek Viki yang tak bisa bebas terbang seperti mereka ketika Viki harus menjaga keponakannya yang nakal itu. Viki tak bisa melakukan apapun selain mengikuti anak nakal itu kemanapun ia pergi. Karena sekali saja dia membiarkannya pergi, hancurlah rumahnya nanti.
[CERPEN] Nyawa

Suarakita.org- Aku begitu ngotot. Keras kepala dan tak mau mendengarkan kata orang lain. Perkataan mereka hanyalah pertanda agar aku bertindak seperti anjing yang memainkan tongkat tuannya. Mereka hanya ingin aku menarikan tarian yang mereka suruh. Dan menyanyikan lagu yang sesuai dengan suasana hati mereka, bukan hatiku. Mereka semata-mata mengkotakkan aku sebegitu kerdilnya. Sampai-sampai aku tak mengenali diriku lagi.


