[CERPEN] Reuni (Yang Tak Diharapkan)

Suarakita.org- Pukul 5 sore itu, aku sedang duduk sendirian di kafe favoritku di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan. Suasana kafe sangat sepi, hanya ada dua-tiga pengunjung selain diriku. Aku sedang menikmati kesendirianku dan tenggelam dalam novel bacaanku sambil menikmati kopi Aceh (kafe ini menyediakan kopi Aceh yang paling nikmat di seantero Jakarta!). Tak terasa sudah empat cangkir kopi Aceh aku tenggak sore itu. Ini yang terakhir, pikirku. Kalau tidak, aku pasti akan susah tidur.
[CERPEN] Pertemuan Di Ujung Bahagia

Suarakita.org- Seperti biasa, jika hatiku sedang gundah, hal yang mampu mengobatinya hanya berbaur dengan alam. Sama seperti sore ini, aku prustasi setelah didepak dari kantorku hanya melakukan sebuah kesalahan kecil. Perlakuan bosku sungguh tidak adil bagiku. Bagaimana tidak, aku yang sudah mengabdikan diri di kantor itu selama lima tahun, dengan mudahnya bisa ditendang keluar hanya karena kesalahan kecil pada penyusunan satu laporan yang tidak penting-penting amat.
[CERPEN] Lesbian Lipstick

Suarakita.org- Setelah Linda beranjak pergi. Aku memikirkan sesuatu. ‘Lesbian Lipstick’. Apakah benar bisa seperti itu? Apakah benar hanya sebuah percobaan belaka? Apakah benar hanya keinginan sementara?
[CERPEN] Fetus
Suarakita.org- Selimut empuk ini menjadi tempatku tinggal. Hampir dua puluh delapan minggu aku berdekatan denganmu hingga bisa kudengar detak jantungmu. Sesekali aku mencandaimu dengan menggerakkan kaki mungilku. Lalu akan kudengar suaramu yang muntah-muntah hebat. Dan kumiringkan kepalaku ke kiri maka perutmu pun akan membusung ke kiri.
[CERPEN] Sang Liyan -Uncensored-

Suarakita.org- Senin, 13 Juli 2003, pukul 6:30 pagi. Hari pertama masuk sekolah. Lorong-lorong serta ruangan kelas SMP Katolik Bunda Maria riuh rendah oleh murid-murid yang bahagia karena dapat berkumpul dengan teman-teman mereka kembali setelah dua minggu penuh menikmati liburan antar semester.
[CERPEN]: Menjemput Ibu di Surga. Oleh: Kupret el-Kazhiem

Suarakita.org- Ada anak bertanya pada bapaknya … penggalan lirik lagu itu biasanya berkumandang saat Ramadhan. Kadang pelantunnya diundang tampil di televisi
[CERPEN]: Bunga Tabur

Suarakita.org- Tanahnya masih basah, namun sudah tidak ada orang-orang disini. Belum ada juga batu nisan, namanya masih tertulis disebuah papan kayu.
[CERPEN]: Aroma Separuh Surga. Oleh: Sulfiza Ariska

[CERPEN]: Aroma Separuh Surga. Oleh: Sulfiza Ariska. SETIAP hari, pisau ukir di tangan Dalle, meliuk-liuk garang serupa penari ma’randing, melahap serat-serat kayu dengan rakusnya…


