[Jurnal] Diskriminasi Kaum LGBT di Jakarta

SuaraKita.org – Keberagaman gender telah ada di Indonesia sejak jaman pra-kolonial dan sangat ketat dengan kebudayaannya. Namun hal tersebut kian menghilang dan disensor dari cerita rakyat masa kini. Pergerakan yang menyuarakan kesetaraan gender di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1968 hingga saat ini. Jumlah LGBT di Indonesia saat ini telah mencapai 3% dari jumlah penduduk dan sebagian besar mendapatkan berbagai macam diskriminasi

[Jurnal] LGBT Dalam Perspektif Agama dan HAM

suaraKita.org – Tulisan ini akan mengkaji eksistensi seorang anak manusia yang selama ini dianggap sebagai “liyan”, mereka adalah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Transgender di Indonesia

[Resensi] Porn(o) Tour: Sisi Lain Sebuah Perjalanan

SuaraKita.org – Buku ini sungguh menarik perhatian karena menggunakan kedua kata tersebut dalam menentukan judul buku. Ditambah dengan selipan huruf ‘O’ setelah kata porn. Apa kira-kira yang akan tersirat di benak orang yang sekedar melihat judulnya saja? Kalau bukan bahwa buku ini berisikan wisata seks beserta panduannya. Awas jangan salah menebak!

[Resensi] That’s Not Us: 3 Pasangan, 3 Cerita

Suarakita.org – Apa jadinya jika ada pasangan heteroseksual, lesbian dan gay berlibur menghabiskan musim panas bersama? Tidak, film ini tidak bercerita tentang bagaimana si gay atau si lesbian merebut kekasih si hetero. Ceritanya akan menjadi sampah jika benar demikian.

[Jurnal] Logika Nasionalis Kultural dan Representasi Sinematik Hubungan dan Hasrat Gay Asia-Kaukasoid

Suarakita.org- Hubungan antarras sering kali menimbulkan isu-isu kultural, dan versi gaynya tidak terkecuali. Segala upaya untuk membahas persoalan hubungan beda ras antara pria gay Asia dan Kaukasoid, terutama dalam komunitas gay Asia dan diaspora Asia, akan menghasilkan debat yang terpolarisasi dalam bingkai retorika “Asia versus Kaukasoid”. Retorika inilah yang mendorong saya untuk memeriksa representasi sinematik kontemporer akan hubungan dan hasrat Asia-Kaukasoid dalam esai ini; apa yang secara peyoratif disebut fenomena “beras dan kentang”.