Search
Close this search box.

Ourvoice.or.id. Kecanggihan peranti elektronik, termasuk telepon genggam, saat ini memang memungkinkan para penggunanya memaksimalkan fungsi peranti elektronik yang dimilikinya.

Berkembangnya “telepon genggam cerdas” atausmartphone dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, membuat fungsi telepon genggam atau telepon seluler tidak hanya untuk berkirim pesan singkat atau untuk menelepon saja.

Akhir-akhir ini beberapa produsen telepon genggam seperti iPhone, Samsung, ataupun Nokia, malah melengkapi telepon seluler produksi mereka dengan kamera perekam canggih beresolusi tinggi.

Kehadiran telepon genggam cerdas dengan kamera canggih, semakin membuka akses bagi para pengguna yang ingin mengabadikan momen berharga, atau malah membuat film berdurasi pendek.

Tren inilah yang dilihat oleh sebuah festival film di Korea Selatan, dan membuka kesempatan bagi setiap orang untuk mengikutsertakan film yang diambil menggunakan kamera telepon seluler, dalam festivalOlleh.

Festival Olleh memang diadakan khusus sebagai medium apresiasi bagi film-film berdurasi pendek yang dibuat dengan menggunakan kamera telepon seluler.

Festival yang tahun ini menginjak tahun ketiga pelaksanaanya tersebut, memiliki nama lengkap Olleh’s Smartphone Film Festival, yang tahun ini akan dibuka pada tanggal 17 April 2013.

Pada penyelenggaraan ketiganya tahun ini, Olleh Film Festival membuka kesempatan untuk para pecinta film di seluruh dunia, untuk turut ambil bagian dalam kompetisi lewat seksi kompetisi internasional.

Seksi kompetisi internasional memang baru tahun ini digelar oleh Olleh Film Festival, dan dimaksudkan agar festival ini semakin kompetitif di festival film tingkat dunia.

Olleh’s Smartphone Film Festival tahun ini juga membuka seksi khusus kompetisi untuk anaka bertingkat internasional. Di mana para siswa tingkat menengah pertama dari seluruh dunia, bisa ikut ambil bagian dalam seksi yang sudah dibuka sejak tahun lalu ini.

Saat ini kesempatan bagi pengguna “telepon cerdas” di negara lain untuk ikut berkompetisi di Olleh Film Festival, sudah dibuka. Syaratnya adalah film yang diambil menggunakan ponsel cerdas, haruslah memiliki durasi kurang dari 10 menit.

Tidak ada batasan genre untuk mengikuti festival ini. Para peminat bisa mendaftarkan video buatannya mulai dari 1 Februari hingga 28 Februari, melalui situs resmi www.ollehfilmfestival.com.

Para pemenang di festival film ini, akan memperoleh uang tunai dengan total hadiah sebesar 50 juta won (atau sekitar 445, 65 juta rupiah) dan juga akan memperoleh sejumlah ponsel cerdas baru.

Tahun ini jabatan direktur Olleh Film Festival dipegang oleh Lee Jun-ik, seorang sutradara yang dikenal lewat film apik, seperti King and the Clown.

Lee Jun-ik meyakini bahwa hadirnya telepon cerdas, membawa suatu iklim demokrasi bagi perkembangan sinema dunia.

” Hal itu sangat menakjubkan. Semua orang, bahkan anak berusia 3 tahun, saat ini bisa membuat sebuah video dengan menggunakan ponsel cerdas, ” ujar Lee, seperti yang dikutip dari THR.

Lee lebih jauh mengatakan bahwa tujuan dari Olleh’s Smartphone International Film Festival adalah untuk menjadi medium apresiasi terhadap film yang dibuat oleh sineas, baik profesional ataupun amatir, dari seluruh dunia tanpa harus menggunakan peralatan produksi film mahal.

Para peserta dipersilahkan untuk menggunakan aplikasi penyuntingan video yang ada di ponsel mereka. Tidak dipermasalahkan bila peserta ingin menyunting film pendek mereka menggunakan aplikasi yang lebih rumit di komputer mereka.

Para peserta juga diperkenankan untuk memakai alat bantu tambahan, untuk membuat video mereka lebih maksimal. Misalnya, penggunaan tripod agar gambar yang diambil lebih stabil, ataupun penggunaan lensa tambahan pada ponsel mereka.

Terlepas dari masalah teknis, penilaian utama terhadap karya setiap peserta, adalah terhadap cara bercerita ataustorytelling yang baik. Suatu elemen yang harus dimiliki oleh setiap film, baik film yang dibuat oleh sineas profesional ataupun amatir.

” Kami menerima semua jenis film. Pernah suatu kali, bahkan ada sebuah film pendek berformat 3D yang mendaftar di festival ini. Film itu diambil dengan menggunakan dua kamera ponsel cerdas. Kreativitas memang menjadi nilai tambahan, namun yang elemen yang paling menjadi pertimbangan adalah storytelling filmnya, ” ujarLee Jun-ik.

Korea Selatan sendiri merupakan salah satu negara dengan penggunaan ponsel cerdas terbesar di dunia. Hampir 60 persen dari ponsel yang digunakan di negeri ginseng tersebut, adalah ponsel cerdas.

Olleh’s Smartphone International Film Festival pertama kali digelar tiga tahun lalu, setelah sutradara Park Chan-wook (Oldboy, Stoker), mempelopori pembuatan sebuah film pendek berjudul Night Fishing dengan menggunakan iPhone 4.

Night Fishing kemudian menyabet penghargaan Golden Bear di festival film bergengsi, Berlin Film Festival.

Kata “Olleh” sendiri merupakan merek dagang dari KT Corporation, perusahaan yang memegang hak penjualaniPhone di Korea Selatan.

Tahun lalu, pemenang Olleh’s Smartphone International Film Festival, diundang untuk diputar dan mengikuti kompetisi di ajang yang lebih besar, yaitu Shanghai International Film Festival. (am/bc)

Sumber : boleh.com