Search
Close this search box.
Ilustrasi : Putin dan Vodka
Ilustrasi : Putin dan Vodka

Ourvoice.or.id- Kafe dan bar di seluruh dunia memulai aksinya untuk tidak menyajikan minuman beralkohol asal Russia, Vodka. Hal tersebut dilakukan sebagai protes atas kebijakan Presiden Russia, Vladimir Putin, yang melarang pasangan sejenis mengadopsi anak kelahiran asal negaranya.

Adalah Dan Savage seorang kolumnis yang mengupas sindikat seks internasional yang memulai boikot minuman Vodka tersebut. Ia meminta bartender di seluruh dunia untuk tidak menyajikan Vodka. Ia juga menyebarkan selebaran yang isinya kurang lebih menentang keras kebijakan Putin.

Usaha Savage ini direspon oleh sejumlah bar dan kafe di Amerika, Inggris, Kanada dan Australia.

G lounge, misalnya, sebuah bar kaum gay di New York City menulis di akun Facebooknya bahwa mereka sudah tidak menyajikan Stolichnaya, merek Vodka paling terkenal dan jenis minuman Russian lainnya, sebagai bentuk solidaritas kepada kaum lesbian dan gay.

Sementara di Inggris, Pride Cafe yang berada di Newcastle “berkicau” di akun Twitternya yang menyatakan di kafenya sudah tidak akan ada Vodka lagi sampai Putin mengubah kebijakannya.

Sedangkan di The Laird Hotel Melbourne, Australia, ada ajakan melalui Facebook untuk menandatangani petisi, dan  diserahkan pada kedutaan besar Russia di negaranya masing-masing.

Bahkan di negara asalnya, CEO Stolichnaya, Val Mendeleev, mengirimkan surat terbuka kepada Putin yang mengecam kebijakannya, dan menyatakan bahwa Stolichnaya selalu mendukung keberadaan kaum Lesbian, Gay, Bisexual & Transgender Community (LGBT).

Sumber : beritasatu.com