Search
Close this search box.

gopego_free_pers_internet_20014Suarakita.org- 2014 World Press Freedom Index adalah sebuah indeks kebebasan pers dan internet untuk tahun 2014. Daftar ini diukur dari kebebasan jurnalisme dan mendapatkan informasi di 160 negara di seluruh dunia.

Tidak berubah dari daftar 4 tahun berturut-turut, Finlandia ada di posisi teratas sebagai negara yang paling menghormati kebebasan pers dan akses internet. Di tempat kedua dan ketiga adalah Belanda dan Norwegia. Yang menarik, Amerika sebagai negara yang selalu menggaungkan kebebasan berpendapat harus puas jatuh 13 angka ke posisi 46.

Indeks kebebasan pers dan internet ini dibuat oleh Reporters Without Borders. Organisasi tersebut menempatkan Turkmenistan, Korea Utara dan Eitrea di urutan terbawah negara yang paling kaku menghadapi jurnalis dan internet. Dikatakan bahwa ketiga negara tersebut merupakan ‘lubang hitam dan neraka dunia bagi berita dan informasi untuk para jurnalis yang tinggal di sana.’

Di sisi lain, Edward Snowden yang menjadi buronan pemerintah AS karena membocorkan rahasia NSA mengatakan di bulan Mei tahun lalu bahwa dirinya ingin pindah ke Hong Kong atau Islandia, sebuah tempat yang sangat menghormati kebebasan pers dan internet.

Indeks kebebasan internet dan pers ini bisa Anda cermati lebih mudah melalui sebuah peta, seperti terlihat diatas. Seperti Anda lihat, China diwarna hitam yang menggambarkan susahnya mendapatkan kebebasan akses internet di negara tersebut. Hal itu terbukti dari diblokirnya sejumlah situs populer, seperti Facebook dan Twitter. Hal serupa juga terjadi di Iran, Sudan dan Arab Saudi. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia digambarkan dengan warna merah yang diartikan sebagai negara yang ‘dalam kondisi sulit.’ Artinya, di satu sisi sangat mudah mengakses internet di negara ini tetapi di banyak situasi, ancaman berpendapat di media online sangat dipertanyakan, termasuk halnya kehidupan jurnalisme.

Sumber : gopego.com