Search
Close this search box.

CALIFORNIA – Electronic Arts (EA) memberikan variasi baru pada game Star Wars: The old Republic, yaitu karakter dan plot cerita tentang dalam hubungan sesama jenis. Hal ini pun memicu kontroversi di kalangan konservatif.

Diwartakan Cnet, Jumat (12/4/2012), pertentangan tersebut datang dari kelompok konservatif anti-gay seperti the Florida Family Association dan the Family Research Council.

“Tidak ada karakter LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) di setiap film Star Wars. Jadi jika BioWare, pembuat game Star Wars, memasukkan karakter LGBT dan membuat anak-anak bisa memainkannya, ini bisa jadi seperti Darth RuPaula yaitu kombinasi Dart Vader dengan transgender terkenal bernama RuPaul,” tulis the Florida Family Association di situsnya.

Kelompok konservatif telah memulai kampanye melalui dengan mendesak orang untuk menulis surat ke EA. Mereka juga mengatakan akan melakukan boikot kecuali perusahaan setuju menghapus karakter sesama jenis.

Namun, EA mengatakan pihaknya tidak memiliki rencana untuk menghilangkan karakter atau menyensor permainan besutannya. EA adalah pembuat game populer seperti SimCity, The Simpsons, dan Mass Effect.

Star Wars: The Old Republic sendiri telah terjual lebih dari 2 juta kopi. Keputusan untuk memasukkan karakter pecinta sesama jenis di game online, membuat EA jadi pelopor di masyarakat game sekaligus pergerakan membela hak gay.

“EA tidak ditekan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memasukkan karakter LGBT dalam permainan. Singkatnya, kami menempatkan pilihan karakter gay dalam permainan kami dan tidak mentolerir kebencian dalam forum kami, ” kata Vice President of  Corporate Communications for EA, Jeff Brown pada GamesIndustry.

EA juga merencanakan penambahan karakter gay  ke dalam permainan populernya Mass Effect 3. (fmh)

sumber : http://techno.okezone.com